Membangun Fondasi Literasi Melalui Kokurikuler di UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh
Membangun Fondasi Literasi Melalui Kokurikuler di UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh
UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh percaya bahwa pembelajaran komprehensif lahir dari paduan kurikulum inti dan aktivitas kokurikuler yang inovatif. Semangat ini kami wujudkan melalui inisiatif literasi yang terintegrasi dalam jam kokurikuler. Sembari menanti petunjuk teknis pelaksanaan kokurikuler lebih lanjut, tim koordinator kokurikuler yang beranggotakan Nansiko Indah Taman Hati, M.Pd, Nelvi Sesnita, S.Pd dan Karanti Yolanda, S.Pd, telah merancang kegiatan literasi ini sebagai wadah strategis untuk memperkaya pengalaman belajar siswa kelas 7 hingga 9, khususnya dalam menumbuhkan minat dan keterampilan membaca.
Dari 10 jam pelajaran kokurikuler yang tersedia, UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh mengalokasikan 2 jam pelajaran per minggu khusus untuk kegiatan literasi. Materi pertama ini direncanakan akan berlangsung selama tiga minggu ke depan.
Pertemuan ini dimulai dengan “Mengenal Identitas Buku”. Ini bukan sekadar memperkenalkan bagian-bagian fisik buku, melainkan sebuah gerbang untuk memahami esensi sebuah karya. Siswa akan diajak untuk mengenali berbagai elemen penting yang membentuk identitas sebuah buku, seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, sinopsis dan daftar isi. Pemahaman ini krusial karena akan menjadi dasar bagi siswa untuk memilih buku yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, serta untuk menilai kredibilitas sebuah bacaan.
Pembelajaran berikutnya yang akan digunakan pun bervariasi untuk menciptakan suasana yang dinamis dan interaktif. Membaca senyap (silent reading) akan menjadi salah satu pilar utama, memberikan kesempatan bagi siswa untuk fokus dan memahami isi bacaan secara mandiri. Ini melatih konsentrasi dan pemahaman individual. Di sisi lain, reading aloud (membaca nyaring) akan mendorong siswa untuk berani berekspresi, melatih intonasi, artikulasi, dan kepercayaan diri di depan umum. Kombinasi kedua metode ini akan memastikan pengembangan keterampilan membaca yang holistik, baik secara personal maupun komunal.
Puncak dari kegiatan pertama ini adalah hasil karya setiap siswa berupa resensi buku sederhana. Resensi ini bukan sekadar ringkasan, melainkan sebuah refleksi dari pemahaman dan apresiasi siswa terhadap buku yang telah mereka baca. Dalam resensi sederhana ini, siswa akan diajak untuk mengidentifikasi poin-poin penting, menyampaikan kesan pribadi, serta merekomendasikan buku tersebut kepada orang lain. Proses penulisan resensi ini secara tidak langsung melatih kemampuan berpikir kritis, analisis, dan kemampuan menuangkan ide dalam bentuk tulisan yang terstruktur.
Melalui kegiatan kokurikuler literasi ini, UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh tidak hanya berupaya meningkatkan minat baca siswa, tetapi juga menanamkan kebiasaan literasi yang berkelanjutan. “Mengenal Identitas Buku” adalah langkah awal yang fundamental dalam perjalanan literasi siswa. Dengan memahami siapa sebuah buku, siswa akan lebih mudah untuk menyelami isinya, mengapresiasi nilai-nilai di dalamnya, dan pada akhirnya, menjadi pembaca yang lebih kritis dan reflektif. Inisiatif ini adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga literat dan berbudaya.
Setelah kegiatan dasar ini selesai, nantikan akan hadir berbagai kegiatan literasi yang lebih inovatif dan menarik pada minggu-minggu berikutnya, terus dukung pengembangan potensi literasi siswa di UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh.

